Artikel seputar pendidikan anak, tips parenting islami, cerita kegiatan siswa, dan wawasan madrasah.
MI Manba’ul Huda Sekaran merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan masyarakat Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Jauh sebelum resmi tercatat sebagai madrasah di Kementerian Agama, lembaga ini telah hadir sebagai tempat belajar masyarakat sejak tahun 1933.Perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari perjuangan K.H. Abdul Hannan bin K.H. Abdurrozaq, seorang ulama yang sepulang dari menuntut ilmu di Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia, memiliki kepedulian besar terhadap kondisi pendidikan masyarakat di Desa Sekaran.Berawal dari Kepedulian terhadap Pendidikan MasyarakatPada masa tersebut, bangsa Indonesia masih berada dalam penjajahan Belanda. Di tengah kondisi tersebut, K.H. Abdul Hannan bin K.H. Abdurrozaq melihat bahwa masyarakat, khususnya anak-anak, sangat membutuhkan pendidikan.Dengan dukungan keluarga, para ulama setempat—di antaranya K.H. Dimiyati—serta setelah melalui pertimbangan dengan K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama, akhirnya didirikanlah sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama Madrasah Manba’ul Huda.Madrasah tersebut didirikan pada:Hari Sabtu Legi, 2 Shofar 1352 H / 27 Mei 1933 MSejak saat itulah perjalanan pendidikan Manba’ul Huda dimulai.Menggunakan Tradisi Pendidikan PesantrenPada masa awal berdirinya, Madrasah Manba’ul Huda merupakan lembaga pendidikan nonformal yang dikenal sebagai Madrasah Diniyah Manba’ul Huda.Dalam proses pembelajarannya, madrasah menggunakan adat pesantren sebagai salah satu ciri utama pendidikan. Namun demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan. Materi pelajaran umum juga tetap diberikan kepada para peserta didik.Seiring berjalannya waktu, keberadaan Madrasah Diniyah Manba’ul Huda semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Madrasah ini kemudian menjadi salah satu tempat belajar bagi masyarakat Desa Sekaran dan sekitarnya.Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal berdirinya, Manba’ul Huda telah berusaha memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya.Berubah Menjadi Madrasah Ibtidaiyah pada 1947Perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal mendorong adanya perkembangan kelembagaan.Setelah melalui perjalanan sebagai Madrasah Diniyah, pada 1 Oktober 1947 secara resmi lembaga ini berubah menjadi:Madrasah Ibtidaiyah Manba’ul HudaPerubahan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Manba’ul Huda. Lembaga yang sebelumnya berawal dari pendidikan nonformal kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal yang memberikan pendidikan dasar kepada masyarakat.Resmi Tercatat di Kementerian Agama pada 1960Perjalanan kelembagaan MI Manba’ul Huda kemudian semakin kuat dengan tercatatnya lembaga ini secara resmi di Kementerian Agama Republik Indonesia pada 1 April 1960 M.Dengan demikian, tahun 1960 bukanlah tahun awal berdirinya Manba’ul Huda, melainkan merupakan tahun ketika lembaga tersebut resmi tercatat di Kementerian Agama.Jika ditarik dari sejarah awal berdirinya pada tahun 1933, perjalanan pendidikan Manba’ul Huda telah berlangsung selama lebih dari sembilan dekade.Menjadi Bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NUKomitmen terhadap pendidikan dan tradisi keislaman terus dilanjutkan. Pada 1 Syawal 1387 H atau 2 Januari 1968 M, lembaga ini tercatat sebagai bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU).Pencatatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kelembagaan Manba’ul Huda dalam mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.Terus Mengabdi dari Generasi ke GenerasiDari sebuah lembaga pendidikan nonformal yang lahir dari kepedulian seorang ulama terhadap pendidikan anak-anak di tengah masa penjajahan, Manba’ul Huda terus mengalami perkembangan.Perubahan dari Madrasah Diniyah menjadi Madrasah Ibtidaiyah, pencatatan di Kementerian Agama, hingga menjadi bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU merupakan bagian dari perjalanan panjang yang membentuk identitas MI Manba’ul Huda Sekaran hingga saat ini.Selama puluhan tahun, proses pendidikan terus berjalan dan lembaga ini tetap beroperasi untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.Kini, MI Manba’ul Huda Sekaran melanjutkan perjuangan pendidikan yang telah dimulai oleh para pendahulunya sejak tahun 1933. Semangat untuk memberikan pendidikan kepada generasi penerus terus menjadi bagian dari perjalanan madrasah.Dari 1933 hingga Hari IniSejarah MI Manba’ul Huda Sekaran bukan sekadar catatan mengenai tahun berdirinya sebuah lembaga. Di dalamnya terdapat kisah tentang perjuangan ulama, kepedulian terhadap pendidikan, dukungan masyarakat, serta komitmen untuk terus menjaga keberlangsungan pendidikan Islam.Dari sebuah madrasah yang lahir di tengah keterbatasan zaman, Manba’ul Huda terus tumbuh dan berkembang mengikuti perjalanan masyarakat.1933 — Madrasah Manba’ul Huda didirikan sebagai lembaga pendidikan nonformal.1947 — Madrasah Diniyah Manba’ul Huda resmi berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Manba’ul Huda.1960 — Resmi tercatat di Kementerian Agama Republik Indonesia.1968 — Tercatat sebagai Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.Dan hingga hari ini, perjalanan tersebut terus berlanjut.“Menjaga warisan perjuangan, melanjutkan pendidikan untuk generasi masa depan.”Sumber sejarah: Keterangan tokoh, keluarga, dan Piagam Kelembagaan MI Manba’ul Huda Sekaran.
Akademik
Pendidikan di MI Manbaul Huda tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Madrasah juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, keterampilan, serta karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan.Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman belajar yang lebih luas. Anak tidak hanya belajar memahami materi pelajaran, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama, berlatih disiplin, meningkatkan kepercayaan diri, serta membiasakan diri menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, MI Manbaul Huda berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aktif, menyenangkan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.Beragam Kegiatan untuk Mengembangkan Potensi Peserta DidikSetiap peserta didik memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Ada anak yang memiliki ketertarikan pada bidang keagamaan, ada yang memiliki bakat dalam olahraga dan seni, sementara yang lainnya memiliki minat pada kegiatan organisasi, kreativitas, maupun literasi.Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler di MI Manbaul Huda diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat menemukan, mengembangkan, dan mengasah potensi yang mereka miliki.Program KegiatanFokus PengembanganNilai yang DitanamkanTahfidzul Qur'anMenghafal dan menjaga hafalan Al-Qur'anCinta Al-Qur'an, disiplin, istiqamahPraktik IbadahMembiasakan dan memahami tata cara ibadahKetaatan, tanggung jawab, kedisiplinanSeni dan KreativitasMengembangkan kreativitas dan ekspresi diriPercaya diri, kreativitas, apresiasiOlahragaMengembangkan kebugaran dan kemampuan olahragaSportivitas, kerja sama, disiplinPramukaMelatih kemandirian dan kerja samaTanggung jawab, kepemimpinan, kemandirianLiterasiMeningkatkan kemampuan membaca dan menyampaikan gagasanRasa ingin tahu, berpikir kritis, percaya diriTahfidzul Qur'an dan Pembiasaan KeagamaanSebagai madrasah yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian penting dalam pendidikan, kegiatan keagamaan mendapatkan perhatian khusus di MI Manbaul Huda.Salah satunya melalui kegiatan Tahfidzul Qur'an. Peserta didik dibimbing untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an, menghafal ayat-ayatnya, serta menjaga hafalan melalui pembiasaan yang dilakukan secara bertahap.Selain hafalan Al-Qur'an, peserta didik juga diarahkan untuk memahami dan mempraktikkan ibadah dengan baik. Pembiasaan keagamaan diharapkan dapat membentuk karakter anak agar tidak hanya mengetahui ajaran agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Seni dan KreativitasKegiatan seni dan kreativitas menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan ide dan mengembangkan kemampuan mereka.Melalui kegiatan kreatif, anak dapat belajar menghasilkan karya, berani tampil, menghargai hasil karya orang lain, serta mengembangkan imajinasi. Proses tersebut juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan anak dalam berkomunikasi.Madrasah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenali potensi mereka sehingga bakat yang dimiliki dapat berkembang secara positif.Olahraga dan Pengembangan KarakterKegiatan olahraga tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan yang dapat membentuk karakter peserta didik.Melalui olahraga, anak belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, ketekunan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.Menang dan kalah menjadi bagian dari proses pembelajaran. Peserta didik diajak untuk menghargai usaha, menerima hasil dengan sikap positif, serta terus berusaha meningkatkan kemampuan.Pramuka dan KemandirianKegiatan Pramuka menjadi salah satu sarana untuk melatih peserta didik agar lebih mandiri dan bertanggung jawab.Dalam kegiatan Pramuka, anak belajar bekerja dalam kelompok, mengikuti aturan, menyelesaikan tugas, berkomunikasi dengan teman, serta mengambil peran dalam sebuah kegiatan.Pengalaman tersebut dapat membantu membangun sikap kepemimpinan dan kemandirian sejak usia sekolah dasar.Literasi untuk Membentuk Anak yang Gemar BelajarKemampuan literasi menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, MI Manbaul Huda berupaya menumbuhkan kebiasaan membaca, memahami informasi, dan menyampaikan gagasan.Kegiatan literasi dapat menjadi sarana bagi anak untuk memperluas wawasan sekaligus membangun rasa ingin tahu. Semakin sering anak membaca dan berdiskusi, semakin banyak pula kesempatan bagi mereka untuk mengenal berbagai pengetahuan dan sudut pandang.Literasi juga tidak hanya berkaitan dengan buku. Kemampuan memahami informasi, menyampaikan pendapat, membuat karya, dan menggunakan teknologi secara bijak merupakan bagian dari keterampilan literasi yang penting untuk dikembangkan.Belajar di Luar Kelas, Tumbuh Lebih BanyakKegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran reguler di kelas.Di dalam kegiatan tersebut, peserta didik belajar melalui praktik, pengalaman, interaksi, dan kerja sama. Mereka belajar bagaimana menghadapi tantangan, menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan orang lain, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan setelah pembelajaran selesai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang membantu anak berkembang secara lebih menyeluruh.Membangun Generasi Berilmu, Berakhlak, dan BerprestasiMI Manbaul Huda percaya bahwa pendidikan yang baik perlu memberikan ruang bagi perkembangan ilmu, karakter, bakat, dan spiritualitas peserta didik.Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keagamaan, madrasah berusaha mendampingi setiap anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, memiliki keterampilan, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.Pada akhirnya, tujuan dari seluruh kegiatan tersebut bukan hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak baik dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.Berilmu, Berakhlak, Berprestasi.Itulah semangat yang terus dibangun MI Manbaul Huda dalam mendampingi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Akademik
MI Manbaul Huda berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki ilmu, akhlak, keterampilan, dan kepercayaan diri.Melalui berbagai program unggulan, MI Manbaul Huda berupaya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan anak di era modern. Setiap program dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara seimbang dengan memadukan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, kemampuan akademik, literasi, teknologi, serta pengembangan bakat dan minat.1. Program Tahfidzul Qur'anAl-Qur'an menjadi bagian penting dalam pendidikan di MI Manbaul Huda. Melalui Program Tahfidzul Qur'an, peserta didik mendapatkan pendampingan untuk mencintai, membaca, menghafal, dan menjaga hafalan Al-Qur'an sejak dini.Program tahfidz tidak hanya berfokus pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga membangun kebiasaan peserta didik untuk dekat dengan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak, diharapkan tumbuh generasi yang mencintai Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.2. Pembiasaan Akhlak IslamiPendidikan karakter merupakan salah satu fondasi utama di MI Manbaul Huda. Peserta didik dibimbing untuk membiasakan perilaku yang mencerminkan akhlak Islami, baik dalam beribadah, belajar, berkomunikasi, maupun berinteraksi dengan guru dan teman.Pembiasaan tersebut dilakukan melalui keteladanan, kegiatan keagamaan, kedisiplinan, sikap saling menghormati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.Dengan demikian, ilmu yang diperoleh di madrasah tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga dapat tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari.3. Pengembangan Prestasi Akademik dan NonakademikSetiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, MI Manbaul Huda memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.Peserta didik didorong untuk mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi sesuai dengan bakat serta minatnya. Pendampingan dilakukan agar anak tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga belajar mengenai proses, kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, dan keberanian untuk mencoba.Melalui pembinaan yang berkelanjutan, madrasah berharap dapat membantu peserta didik mengembangkan potensinya sekaligus melahirkan generasi yang mampu berprestasi dengan tetap memiliki karakter yang baik.4. Program Literasi dan TeknologiPerkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pendidikan. MI Manbaul Huda berupaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk belajar dan berkarya.Peserta didik diarahkan untuk memiliki rasa ingin tahu, terbiasa mencari informasi yang bermanfaat, mampu menyampaikan gagasan, serta mengenal teknologi secara positif.Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, kreativitas, dan pengembangan diri.5. Kegiatan EkstrakurikulerPendidikan di MI Manbaul Huda tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengeksplorasi minat, mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar bekerja sama dengan orang lain.Melalui kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam suasana yang lebih aktif dan menyenangkan. Mereka juga dapat mengembangkan berbagai keterampilan sekaligus belajar mengenai tanggung jawab, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kerja sama.Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.Pendidikan yang Mengintegrasikan Ilmu dan AkhlakBerbagai program unggulan di MI Manbaul Huda memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan prestasi.Madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong anak untuk senang belajar, mencintai nilai-nilai Islam, menghargai orang lain, berani mengembangkan potensi, serta memiliki semangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.Dengan pendekatan tersebut, pendidikan di MI Manbaul Huda diharapkan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membekali mereka dengan karakter dan nilai-nilai yang akan menjadi bekal dalam kehidupan.Membentuk Generasi Berilmu, Berakhlak, dan BerprestasiMelalui berbagai program unggulan tersebut, MI Manbaul Huda terus berupaya memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama.“Berilmu, Berakhlak, Berprestasi” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat dalam mendampingi setiap peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.Keberhasilan pendidikan tentu membutuhkan sinergi antara madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua. Dengan kerja sama yang baik, MI Manbaul Huda berharap dapat terus menjadi lingkungan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar yang positif sekaligus mempersiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan.MI Manbaul Huda — tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.
Akademik
Pendidikan yang terarah dan berkelanjutan lahir dari perencanaan agenda akademik yang matang. Dalam rangka memberikan panduan belajar serta koordinasi kegiatan yang sinergis antara madrasah, siswa, dan orang tua/wali murid, MI Manba'ul Huda Sekaran Balen Bojonegoro secara resmi merilis Kalender Pendidikan (Kaldik) Tahun Ajaran 2025/2026.Ora Ninggal Tuntunan lan Ora Ketinggalan ZamanPrinsip utama madrasah dalam menyelaraskan kalender akademik nasional dengan pembiasaan amaliah keagamaan (salafus shalih) serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.📅 Ringkasan Agenda Semester Ganjil (T.A. 2025/2026)Juli 202514 - 16 Juli 2025: Hari Pertama Masuk Sekolah & Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA).17 Juli 2025: Awal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Efektif Semester Ganjil.21 Juli 2025: Pembiasaan Sholat Dhuha, Pembacaan Juz 'Amma, dan Tahlil Bersama.Agustus 202517 Agustus 2025: Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80.18 - 20 Agustus 2025: Pekan Lomba Kemerdekaan & Seni Santri Madrasah.September 202505 September 2025: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW & Pembacaan Sholawat Diba' Bersama.22 - 27 September 2025: Pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil.Oktober 202522 Oktober 2025: Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) & Pawai Ta'aruf Siswa.28 Oktober 2025: Peringatan Hari Sumpah Pemuda.📅 Ringkasan Agenda Semester Genap (T.A. 2025/2026)📌 Himbauan & Catatan Penting Bagi Wali MuridKedisiplinan & Kehadiran: Siswa diharapkan hadir tepat waktu pukul 06.45 WIB untuk mengikuti pembiasaan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an harian.Kemitraan Pendidikan: Wali murid dihimbau aktif mendampingi belajar putra-putrinya di rumah, terutama menjelang pelaksanaan ujian STS, SAS, dan SAT.Informasi Susulan: Apabila terdapat perubahan agenda resmi dari Kementerian Agama RI atau LP Ma'rif NU, perubahan akan diumumkan secara tertulis melalui Surat Edaran Resmi / Portal Pengumuman Web.Tertanda,Kepala MI Manba'ul Huda SekaranBurhanuddin, S.Sos.
Sejarah
MI Manba’ul Huda Sekaran merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan masyarakat Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Jauh sebelum resmi tercatat sebagai madrasah di Kementerian Agama, lembaga ini telah hadir sebagai tempat belajar masyarakat sejak tahun 1933.Perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari perjuangan K.H. Abdul Hannan bin K.H. Abdurrozaq, seorang ulama yang sepulang dari menuntut ilmu di Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia, memiliki kepedulian besar terhadap kondisi pendidikan masyarakat di Desa Sekaran.Berawal dari Kepedulian terhadap Pendidikan MasyarakatPada masa tersebut, bangsa Indonesia masih berada dalam penjajahan Belanda. Di tengah kondisi tersebut, K.H. Abdul Hannan bin K.H. Abdurrozaq melihat bahwa masyarakat, khususnya anak-anak, sangat membutuhkan pendidikan.Dengan dukungan keluarga, para ulama setempat—di antaranya K.H. Dimiyati—serta setelah melalui pertimbangan dengan K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama, akhirnya didirikanlah sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama Madrasah Manba’ul Huda.Madrasah tersebut didirikan pada:Hari Sabtu Legi, 2 Shofar 1352 H / 27 Mei 1933 MSejak saat itulah perjalanan pendidikan Manba’ul Huda dimulai.Menggunakan Tradisi Pendidikan PesantrenPada masa awal berdirinya, Madrasah Manba’ul Huda merupakan lembaga pendidikan nonformal yang dikenal sebagai Madrasah Diniyah Manba’ul Huda.Dalam proses pembelajarannya, madrasah menggunakan adat pesantren sebagai salah satu ciri utama pendidikan. Namun demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan. Materi pelajaran umum juga tetap diberikan kepada para peserta didik.Seiring berjalannya waktu, keberadaan Madrasah Diniyah Manba’ul Huda semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Madrasah ini kemudian menjadi salah satu tempat belajar bagi masyarakat Desa Sekaran dan sekitarnya.Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal berdirinya, Manba’ul Huda telah berusaha memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya.Berubah Menjadi Madrasah Ibtidaiyah pada 1947Perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan formal mendorong adanya perkembangan kelembagaan.Setelah melalui perjalanan sebagai Madrasah Diniyah, pada 1 Oktober 1947 secara resmi lembaga ini berubah menjadi:Madrasah Ibtidaiyah Manba’ul HudaPerubahan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Manba’ul Huda. Lembaga yang sebelumnya berawal dari pendidikan nonformal kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal yang memberikan pendidikan dasar kepada masyarakat.Resmi Tercatat di Kementerian Agama pada 1960Perjalanan kelembagaan MI Manba’ul Huda kemudian semakin kuat dengan tercatatnya lembaga ini secara resmi di Kementerian Agama Republik Indonesia pada 1 April 1960 M.Dengan demikian, tahun 1960 bukanlah tahun awal berdirinya Manba’ul Huda, melainkan merupakan tahun ketika lembaga tersebut resmi tercatat di Kementerian Agama.Jika ditarik dari sejarah awal berdirinya pada tahun 1933, perjalanan pendidikan Manba’ul Huda telah berlangsung selama lebih dari sembilan dekade.Menjadi Bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NUKomitmen terhadap pendidikan dan tradisi keislaman terus dilanjutkan. Pada 1 Syawal 1387 H atau 2 Januari 1968 M, lembaga ini tercatat sebagai bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU).Pencatatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kelembagaan Manba’ul Huda dalam mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.Terus Mengabdi dari Generasi ke GenerasiDari sebuah lembaga pendidikan nonformal yang lahir dari kepedulian seorang ulama terhadap pendidikan anak-anak di tengah masa penjajahan, Manba’ul Huda terus mengalami perkembangan.Perubahan dari Madrasah Diniyah menjadi Madrasah Ibtidaiyah, pencatatan di Kementerian Agama, hingga menjadi bagian dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU merupakan bagian dari perjalanan panjang yang membentuk identitas MI Manba’ul Huda Sekaran hingga saat ini.Selama puluhan tahun, proses pendidikan terus berjalan dan lembaga ini tetap beroperasi untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.Kini, MI Manba’ul Huda Sekaran melanjutkan perjuangan pendidikan yang telah dimulai oleh para pendahulunya sejak tahun 1933. Semangat untuk memberikan pendidikan kepada generasi penerus terus menjadi bagian dari perjalanan madrasah.Dari 1933 hingga Hari IniSejarah MI Manba’ul Huda Sekaran bukan sekadar catatan mengenai tahun berdirinya sebuah lembaga. Di dalamnya terdapat kisah tentang perjuangan ulama, kepedulian terhadap pendidikan, dukungan masyarakat, serta komitmen untuk terus menjaga keberlangsungan pendidikan Islam.Dari sebuah madrasah yang lahir di tengah keterbatasan zaman, Manba’ul Huda terus tumbuh dan berkembang mengikuti perjalanan masyarakat.1933 — Madrasah Manba’ul Huda didirikan sebagai lembaga pendidikan nonformal.1947 — Madrasah Diniyah Manba’ul Huda resmi berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Manba’ul Huda.1960 — Resmi tercatat di Kementerian Agama Republik Indonesia.1968 — Tercatat sebagai Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.Dan hingga hari ini, perjalanan tersebut terus berlanjut.“Menjaga warisan perjuangan, melanjutkan pendidikan untuk generasi masa depan.”Sumber sejarah: Keterangan tokoh, keluarga, dan Piagam Kelembagaan MI Manba’ul Huda Sekaran.